JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3
Oleh: Tami Nurhadi
Pembelajaran
pada modul 2.3 ini adalah Coaching Untuk Supervisi Akademik. Calon guru
penggerak mempelajari tentang apa itu coaching, perbedaan anatar coaching,
mentoring, fasilitasi, training, dan konseling. Selain itu juga
mempelajari alur TIRTA sebagai pedoman maupun langkah-langkah dalam menerapkan
coaching, kompetensi inti dan prinsip dalam coaching, serta hal-hal lain yang
berkaitan dengan coaching untuk supervisi akademik. Pada tahap alur belajar
merdeka "Mulai dari diri", CGP diminta untuk menuliskan tentang refleksi
dari pengalaman dan perasaan saat disupervisi oleh pimpinan. Bahkan juga
pengalaman mensupervisi rekan sejawat serta merefleksikan makna supervisi bagi
pengembangan profesi sebagai seorang pendidik.
Tahap
Eksporasi Konsep, banyak sekali materi yang saya dapatkan tentang apa itu
coaching, bagaimana menerapkannya dan prosesnya dalam supervisi akademik. Apa
yang CGP pelajari secara mandiri melalui LMS ditebalkan juga dengan adanya
forum diskusi pada akhir materi yang telah dipelajari dengan sesam CGP lain dan
juga ditebalkan oleh fasilitator. Pembelajaran memlaui video juga menambah
pemahaman tentang teknik coaching. Selanjutnya dalam tahap Ruang Kolaborasi,
CGP bekerjasama satu sama lain untuk berlatih coaching dalam penerapa materi
modul 2.3 dengan proses virtual. CGP saling bergantian satu sama lain menjadi
seorang coach maupun seorang coachee dalam prakteknya. Setelah proses
coachingpun CGP melakukan refleksi dan umpan balik sebagai bahan perbaikan
praktek coaching di demontrasi kontekstual.
Tahapan
selanjutnya yaitu demonstrasi kontekstual, dimana CGP membentuk kelompok yang
terdiri dari 3 orang yang saling bergantian satu sama lain menjadi coach maupun
coachee dan mengamati untuk bisa saling memberikan umpan balik sehingga
memantabkan pemahaman terhadap coaching dengan alur TIRTA. Selanjutnya juga
dilakukan Elaborasi Konsep dengan instruktur yang sangat menarik untuk memupuk
pemahaman pembelajaran coaching untuk supervisi akademik. Tahap yang selanjutnya koneksi antar materi, dimana CGP
dapat merefleksikan diri dengan dengan mengaitkan materi modul 2.3 dengan modul
2.1 dan 2.2. Tahap yang terakhir yaitu Aksi Nyata, dimana saya melakukan
supervisi terhadap rekan sejawat saya disekolah dengan menerapkan proses
coaching untuk supervisi akademik yang melalui tahapan pra observasi, observasi
proses pembelajaran, dan tahap percakapan pasca observasi.
Supervisi
yang saya lakukan berfokus pada proses pembelajaran yang berpihak pada murid.
Supervisi akademik juga bertujuan untuk pengembangan komptensi diri dalam
setiap pendidik disekolah. Bersamaan dengan pembelajaran modu 2.3 ini
bertepatan dengan pendampingan individu dimana dilaksanakan dengan forum
diskusi bersama dewan guru dan juga kepala sekolah yang tentunya juga pengajar
praktik yang ikut hadir. Dalam pelaksanaan forum diskusi ini disambut postif
oleh semuanya sehingga bersama -sama memunculkan semangat baru untuk
menyongsong sekolah menjadi bergerak lebih baik daripada sebelumnya.
Diawal
mempelajari modul 2.3 ini saya sempat bingung karena banyaknya tugas dan video
yang disajikan. Akan tetapi setelah mengikuti alurnya secara bertahap saya
dapat memahami materi yang ada dalam modul. Saya merasa senang dan bersemangat
setelah mendapatkan pemahaman dan pengetahuan dari coaching ini untuk saya
terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik itu dengan murid maupun juga dengan
rekan sejawat untuk lebih dapat membantu menemukan solusi dari apa yang
dihadapinya dengan mnuntun untuk dapat menggali dengan sendirinya.
Melalui
modul 2.3 ini pembelajaran yang saya dapatkan adalah pengalaman baru dalam
menerapkan proses coaching melaui alur TIRTA. Dengan adanya coaching ini
menjadikan saya lebih terlatih dalam menggunakan pendekatan berpikir kritis
sehingga bisa memberikan pertanyaan yang bermakna untuk menuntun coachee
menemukan sendiri apa yang menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi.
Pembelajaran coaching ini juga sebagai sarana komunikasi antara guru dan murid
sehingga memberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan
potensinya agar tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.
Setelah
saya mempelajari modul 2.3 ini akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari
secara umum dilingkungan sekkitar saya dan khususnya dilingkungan
sekolah. Hal ini akan saya terapkan karena dengan adanya coaching ini akan
dapat menggali potensi setiap individu dan mengarahakan coachee untuk menemukan
solusinya sendiri terhadap masalah yang dihadapinya. Selain itu saya juga akan
berlatih secara terus menerus agar dapat cakap dalam menerapkan coaching guna
membantu sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar