PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Oleh : Tami Nurhadi
CGP Angkatan_10 Kabupaten Kepulauan Anambas
"Mendidik Pikiran Tanpa Mendidik Hati Adalah Bukan Pendidikan
Sama Sekali"
(Aristoteles, Filsuf)
Melakukan refleksi dan
menuliskannya dalam Jurnal merupakan suatu kebutuhan bagi kami, para Calon Guru
Penggerak (CGP), setiap selesai mempelajari satu modul agar dapat mengukur
sejauh mana pemahaman kami terhadap modul tersebut. Pada Jurnal Refleksi Modul
2.2, yaitu tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), saya menggunakan
model Gaya Round Robin untuk memperkaya pengalaman dalam menulis. Pada
refleksi di modul-modul sebelumnya, saya telah menggunakan model 4F (Facts,
Feelings, Findings, Future), 4C (Connection, Challenge, Concept, Change),
Segitiga Refleksi, Driscoll, dan Description, Examination and Articulation of
Learning).
1.
Apa hal yang paling Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa Anda
merasa hal tersebut bisa membuat Anda sangat menguasainya?
Minggu
berselancar di Modul 2.2 (PSE), yaitu mengenai hubungan kompetensi sosial dan
emosional dengan peran saya sebagai pendidik dan dengan pembelajaran murid. Pada pembelajaran ini saya
menguasai di antaranya definisi pembelajaran sosial dan emosional, kompetensi
sosial dan emosional, kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5
kompetensi sosial dan emosional serta implementasi pembelajaran sosial dan
emosional di kelas dan sekolah.
Adapun
implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah dapat
diberikan melalui :
·
Pengajaran
eksplisit
·
Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum
akademik
·
Menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah
·
Penguatan kompetensi sosial dan emosional Pendidik dan
Tenaga Kependidikan (PTK) di sekolah
Sedangkan 5
kompetensi sosial dan emosional yang harus dikuasai, baik oleh PTK maupun murid
adalah :
Ø Kesadaran diri
Ø Manajemen diri
Ø Kesadaran sosial
Ø Keterampilan berelasi
Ø Pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab
Saya merasa bisa sangat menguasai
konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional ini karena saya dan teman-teman CGP
memulai perjalanan di modul ini dengan melakukan refleksi pengalaman kami
masing-masing terkait kompetensi sosial dan emosional. Dilanjutkan
dengan mengeksplor konsep, di mana CGP mempelajari konsep pembelajaran sosial
dan emosional dengan kerangka kerja CASEL dan implementasinya.
CGP diberikan
waktu untuk berdiskusi dalam kelompok dan mempresentasikannya dalam Ruang
Kolaborasi. Di tahap ini, CGP berdiskusi tentang contoh ide penerapan 5
kompetensi sosial dan emosional bagi murid dan rekan-rekan pendidik dan tenaga
kependidikan di sekolah, namun karena semua CGP di kelas kami mengajar di SMP
maka kami tidak membahas tingkat SD dan SMA. Diskusi berlangsung seru dan
mengasikkan. Masing-masing CGP mengutarakan ide-ide yang bisa diterapkan di
kelas dan sekolah hingga tanpa terasa waktu yang diberikan oleh fasilitator, Bu
Indrawati terasa kurang. Akhirnya saya dan teman-teman melanjutkan diskusi di
luar Ruang Kolaborasi. Hal
inilah yang membuat pemahaman saya terhadap pembelajaran sosial dan emosional
semakin baik.
Setelah mendapat penguatan dari
sesama CGP dan fasilitator di Ruang Kolaborasi, tugas saya selanjutnya adalah
mendemonstrasikan pemahaman dalam bentuk Demonstrasi Kontekstual tentang
penerapan kompetensi sosial dan emosional (KSE) dalam pembelajaran melalui 4
indikator. Saya mendapat tugas membuat RPP/modul ajar dengan memasukkan minimal
2 KSE yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran. Untuk memenuhi tugas ini
saya mengunggah RPP.
Penguatan materi kembali saya
dapatkan dalam sesi Elaborasi Pemahaman yang diberikan oleh instruktur. Dalam
kegiatan ini CGP dapat menumbuh kembangkan pemahaman tentang implementasi
pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan komunitas.
Dilanjutkan dengan membuat koneksi
antar materi agar CGP dapat mengungkapkan pengalaman dan pemahaman sebelum dan
sesudah mempelajari modul 2.2, serta mengaitkannya dengan materi yang terdapat
dalam modul-modul sebelumnya.
2.
Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan
Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
Hal yang belum saya kuasai dalam
modul Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah cara menentukan ide-ide kreatif
yang tidak membosankan bagi murid dan rekan sejawat, bagaimana penerapan
pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal dan apakah rencana saya akan
mendapat sambutan baik dari pimpinan dan rekan sejawat di sekolah.
Yang akan saya lakukan untuk
mengatasi hal tersebut adalah sebagai berikut:
Ø Penerapan bagi murid: saya akan
merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan kompetensi sosial dan
emosional secara rutin dengan mencari contoh-contoh praktik baik dari pimpinan,
rekan sejawat dan internet.
Ø Penerapan bagi rekan sejawat atau
PTK: menyampaikan rencana pengimbasan kepada Kepala Sekolah sekaligus untuk
meminta izin dan arahan dari beliau, berkolaborasi dengan rekan sejawat agar
mereka mengetahui rencana pengimbasan dan dapat membantu terlaksananya acara
sehingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama.
3.
Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini? Ceritakan
hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan
Hal yang masih membingungkan dalam
pembelajaran ini adalah bagaimana cara mengukur dan mengevaluasi peningkatan
kompetensi sosial dan emosional murid dan rekan sejawat setelah mendapat
implementasi dan pengimbasan dari CGP dan bagaimana cara yang efektif untuk
dapat mengajak semua guru di sekolah agar mau memberikan pembelajaran yang
terintegrasi dengan kompetensi sosial dan emosional di kelas masing-masing.
Padahal seperti yang kita ketahui
bersama bahwa seorang guru akan mampu berinteraksi lebih baik dan lebih efektif
dengan murid apabila memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik pula,
begitupun dengan murid, di mana mereka akan mampu mengikuti pembelajaran dengan
baik dan lebih bahagia jika mereka mampu mengembangkan kompetensi sosial dan
emosional dalam diri mereka.
Dengan penerapan pembelajaran
sosial dan emosional di kelas, diharapkan akan terlaksana pembelajaran yang
berpusat pada murid agar mereka mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat
sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.
Demikian Refleksi Saya, Semoga Bermanfaat.
Diri Tergerak
Kita Bergerak
Mari Menggerakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar