Minggu, 30 Juni 2024

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2



PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

Oleh : Tami Nurhadi

CGP Angkatan_10 Kabupaten Kepulauan Anambas

 

"Mendidik Pikiran Tanpa Mendidik Hati Adalah Bukan Pendidikan Sama Sekali"

(Aristoteles, Filsuf)

Melakukan refleksi dan menuliskannya dalam Jurnal merupakan suatu kebutuhan bagi kami, para Calon Guru Penggerak (CGP), setiap selesai mempelajari satu modul agar dapat mengukur sejauh mana pemahaman kami terhadap modul tersebut. Pada Jurnal Refleksi Modul 2.2, yaitu tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), saya menggunakan model Gaya Round Robin untuk memperkaya pengalaman dalam menulis. Pada refleksi di modul-modul sebelumnya, saya telah menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future), 4C (Connection, Challenge, Concept, Change), Segitiga Refleksi, Driscoll, dan Description, Examination and Articulation of Learning).  

1. Apa hal yang paling Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa Anda merasa hal tersebut bisa membuat Anda sangat menguasainya?

Minggu berselancar di Modul 2.2 (PSE), yaitu mengenai hubungan kompetensi sosial dan emosional dengan peran saya sebagai pendidik dan dengan pembelajaran murid. Pada pembelajaran ini saya menguasai di antaranya definisi pembelajaran sosial dan emosional, kompetensi sosial dan emosional, kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 kompetensi sosial dan emosional serta implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah. 

Adapun implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah dapat diberikan melalui :

·       Pengajaran eksplisit

·       Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik

·       Menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah

·       Penguatan kompetensi sosial dan emosional Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di sekolah

Sedangkan 5 kompetensi sosial dan emosional yang harus dikuasai, baik oleh PTK maupun murid adalah :

Ø  Kesadaran diri

Ø  Manajemen diri

Ø  Kesadaran sosial

Ø  Keterampilan berelasi

Ø  Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab

Saya merasa bisa sangat menguasai konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional ini karena saya dan teman-teman CGP memulai perjalanan di modul ini dengan melakukan refleksi pengalaman kami masing-masing terkait kompetensi sosial dan emosional. Dilanjutkan dengan mengeksplor konsep, di mana CGP mempelajari konsep pembelajaran sosial dan emosional dengan kerangka kerja CASEL dan implementasinya.

CGP diberikan waktu untuk berdiskusi dalam kelompok dan mempresentasikannya dalam Ruang Kolaborasi. Di tahap ini, CGP berdiskusi tentang contoh ide penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional bagi murid dan rekan-rekan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, namun karena semua CGP di kelas kami mengajar di SMP maka kami tidak membahas tingkat SD dan SMA.  Diskusi berlangsung seru dan mengasikkan. Masing-masing CGP mengutarakan ide-ide yang bisa diterapkan di kelas dan sekolah hingga tanpa terasa waktu yang diberikan oleh fasilitator, Bu Indrawati terasa kurang. Akhirnya saya dan teman-teman melanjutkan diskusi di luar Ruang Kolaborasi. Hal inilah yang membuat pemahaman saya terhadap pembelajaran sosial dan emosional semakin baik.

Setelah mendapat penguatan dari sesama CGP dan fasilitator di Ruang Kolaborasi, tugas saya selanjutnya adalah mendemonstrasikan pemahaman dalam bentuk Demonstrasi Kontekstual tentang penerapan kompetensi sosial dan emosional (KSE) dalam pembelajaran melalui 4 indikator. Saya mendapat tugas membuat RPP/modul ajar dengan memasukkan minimal 2 KSE yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran. Untuk memenuhi tugas ini saya mengunggah RPP.

Penguatan materi kembali saya dapatkan dalam sesi Elaborasi Pemahaman yang diberikan oleh instruktur. Dalam kegiatan ini CGP dapat menumbuh kembangkan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan komunitas.

Dilanjutkan dengan membuat koneksi antar materi agar CGP dapat mengungkapkan pengalaman dan pemahaman sebelum dan sesudah mempelajari modul 2.2, serta mengaitkannya dengan materi yang terdapat dalam modul-modul sebelumnya.

2. Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

Hal yang belum saya kuasai dalam modul Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah cara menentukan ide-ide kreatif yang tidak membosankan bagi murid dan rekan sejawat, bagaimana penerapan pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal dan apakah rencana saya akan mendapat sambutan baik dari pimpinan dan rekan sejawat di sekolah.

Yang akan saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah sebagai berikut:

Ø  Penerapan bagi murid: saya akan merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan kompetensi sosial dan emosional secara rutin dengan mencari contoh-contoh praktik baik dari pimpinan, rekan sejawat dan internet.

Ø  Penerapan bagi rekan sejawat atau PTK: menyampaikan rencana pengimbasan kepada Kepala Sekolah sekaligus untuk meminta izin dan arahan dari beliau, berkolaborasi dengan rekan sejawat agar mereka mengetahui rencana pengimbasan dan dapat membantu terlaksananya acara sehingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama. 

3. Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini? Ceritakan hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan

Hal yang masih membingungkan dalam pembelajaran ini adalah bagaimana cara mengukur dan mengevaluasi peningkatan kompetensi sosial dan emosional murid dan rekan sejawat setelah mendapat implementasi dan pengimbasan dari CGP dan bagaimana cara yang efektif untuk dapat mengajak semua guru di sekolah agar mau memberikan pembelajaran yang terintegrasi dengan kompetensi sosial dan emosional di kelas masing-masing.

Padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa seorang guru akan mampu berinteraksi lebih baik dan lebih efektif dengan murid apabila memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik pula, begitupun dengan murid, di mana mereka akan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik dan lebih bahagia jika mereka mampu mengembangkan kompetensi sosial dan emosional dalam diri mereka.

Dengan penerapan pembelajaran sosial dan emosional di kelas, diharapkan akan terlaksana pembelajaran yang berpusat pada murid agar mereka mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.

Demikian Refleksi Saya, Semoga Bermanfaat.

 

            Diri Tergerak

                        Kita Bergerak

                                    Mari Menggerakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Modul 3.2

Dalam materi ini, saya, calon Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Kepulauan Anambas, belajar banyak hal, tentang pengetahuan seputar aset...