COACHING UNTUK
SUPERVISI AKADEMIK
Oleh : TAMI NURHADI
1. Selama
menjadi guru tentunya pembelajaran saya pernah di supervisi oleh kepala
sekolah, perasaan saya saat mendengar akan disupervisi tentunya sangat
khawatir, deg- degan padahal kegiatan ini sebenarnya rutin di lakukan. entah
mengapa masih ada perasaan tidak nyaman mendengar kata "SUPERVISI"
Supervisi biasanya akan dijadwalkan oleh pihak kurikulum, dan saat pelaksanaan
supervisi merasa deg-degan karena takut apakah proses pembelajaran yang saya
lakukan masih banyak kekurangan atau tidak. Selama menjadi guru, tentunya
pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda.
Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi?
Pengalaman saya saat observasi
dan pasca observasi Sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh kurikulum saya
membawa semua berkas administrasi /perangkat pembelajaran keruang kepala
sekolah, alhamdulillah perangkat pembelajaran yang telah saya siapkan telah
lengkap hanya saja pada buku kerja 3 yaitu bank soal dan analisisnya. setelah
itu saya di supervisi dengan masuk ke kelas IX-1 dengan membawa RPP yang sudah
di telaah. Dari kegiatan supervisi saya banyak belajar banyak instrumen
pembelajaran yang belum sempurna, sehingga saya menjadikan supervisi ini
sebagai refleksi untuk memperbaiki diri baik dari segi administrasi maupun
kegiatan belajar mengajar di kelas.
2. Pengalaman
saat diobservasi yaitu saya melaksanakan proses pembelajaran sesuai
dengan RPP yang telah saya susun. Kepala sekolah meneliti dan
memeriksa apakah pembelajaran yang saya lakukan sesuai dengan RPP yang
saya susun. Kegiatan pasca observasi yaitu kepala sekolah memberikan
saran dan kritik yang membangun agar RPP dan pembelajaran yang saya
lakukan lebih baik lagi ke depannya.
3. Proses
supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Saya berkembang
sebagai seorang
pendidik, antara lain: Supervisor bersikap terbuka, memahami
kondisi di kelas, dan memberikan evaluasi.
Supervisi dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan. Supervisi
tidak bertujuan untuk mencari kesalahan, tetapi mampu
mengembangkan kreativitas dan memecahkan permasalahan.
4. Jika
Saya saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan
supervisi. Posisi Saya sehubungan dengan gambaran ideal di atas
dari skala 1 s/d 10 adalah saya masih berada di posisi 6, karena saya
belum berpengalaman melakukan kegiatan supervisi. Saya masih
memerlukan bimbingan dan arahan agar dapat melakukan supervisi dengan
baik.
5. Aspek
apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu, antara
lain: memahami teknik supervisi yang baik pengetahuan mendalam
terkait supervisi bimbingan dan arahan dari kepala sekolah
Setelah
Anda menjawab pertanyaan- pertanyaan reflektif, tuliskan harapan
Anda terkait modul ini :
a. Harapan
yang ingin saya lihat pada diri saya sebagai seorang pendidik
setelah mempelajari modul ini adalah saya mampu memahami seluruh
materi yang ada di modul 2.3 ini sehingga saya mampu melaksanakan
praktik coaching dengan baik. Saya
juga berharap dapat melakukan praktikmentoring, konseling, dan fasilitasi
di sekolah. Hal ini akan menguatkan peran saya sebagai
pemimpin pembelajaran.
b. Kegiatan, materi, manfaat yang saya harapkan
ada dalam modul ini adalah: Materi yang saya harapkan yaitu
modul yang berisi tentang pengetahuan dan pengalaman
yang menggambarkan praktik coaching Manfaat yang saya harapkan
yaitu modul ini membantu saya memerankan diri sebagai coach
bagi murid atau rekan guru. Kegiatan yang saya harapkan di modul
ini yaitu praktik kolaborasi coacing supervisi akademik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar