Senin, 08 Juli 2024

MULAI DARI DIRI MODUL 2.3

COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Oleh : TAMI NURHADI



1. Selama menjadi guru tentunya pembelajaran saya pernah di supervisi oleh kepala sekolah, perasaan saya saat mendengar akan disupervisi tentunya sangat khawatir, deg- degan padahal kegiatan ini sebenarnya rutin di lakukan. entah mengapa masih ada perasaan tidak nyaman mendengar kata "SUPERVISI" Supervisi biasanya akan dijadwalkan oleh pihak kurikulum, dan saat pelaksanaan supervisi merasa deg-degan karena takut apakah proses pembelajaran yang saya lakukan masih banyak kekurangan atau tidak. Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi?

 

Pengalaman saya saat observasi dan pasca observasi Sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh kurikulum saya membawa semua berkas administrasi /perangkat pembelajaran keruang kepala sekolah, alhamdulillah perangkat pembelajaran yang telah saya siapkan telah lengkap hanya saja pada buku kerja 3 yaitu bank soal dan analisisnya. setelah itu saya di supervisi dengan masuk ke kelas IX-1 dengan membawa RPP yang sudah di telaah. Dari kegiatan supervisi saya banyak belajar banyak instrumen pembelajaran yang belum sempurna, sehingga saya menjadikan supervisi ini sebagai refleksi untuk memperbaiki diri baik dari segi administrasi maupun kegiatan belajar mengajar di kelas.

 

2. Pengalaman saat diobservasi yaitu saya melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah saya susun. Kepala sekolah meneliti dan memeriksa apakah pembelajaran yang saya lakukan sesuai dengan RPP yang saya susun. Kegiatan pasca observasi yaitu kepala sekolah memberikan saran dan kritik yang membangun agar RPP dan pembelajaran yang saya lakukan lebih baik lagi ke depannya.

 

3. Proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Saya berkembang sebagai seorang
pendidik, antara lain: Supervisor bersikap terbuka, memahami kondisi di kelas, dan memberikan evaluasi.
Supervisi dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan. Supervisi tidak bertujuan untuk mencari kesalahan, tetapi mampu mengembangkan kreativitas dan memecahkan permasalahan.

 

4. Jika Saya saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi. Posisi Saya sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10 adalah saya masih berada di posisi 6, karena saya belum berpengalaman melakukan kegiatan supervisi. Saya masih memerlukan bimbingan dan arahan agar dapat melakukan supervisi dengan baik.

5. Aspek apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu, antara lain: memahami teknik supervisi yang baik pengetahuan mendalam terkait supervisi bimbingan dan arahan dari kepala sekolah

 

Setelah Anda menjawab pertanyaan- pertanyaan reflektif, tuliskan harapan Anda terkait modul ini :

a. Harapan yang ingin saya lihat pada diri saya sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini adalah saya mampu memahami seluruh materi yang ada di modul 2.3 ini sehingga saya mampu melaksanakan praktik coaching dengan baik. Saya juga berharap dapat melakukan praktikmentoring, konseling, dan fasilitasi di sekolah. Hal ini akan menguatkan peran saya sebagai pemimpin pembelajaran.

b. Kegiatan, materi, manfaat yang saya harapkan ada dalam modul ini adalah: Materi yang saya harapkan yaitu
modul yang berisi tentang pengetahuan dan pengalaman yang menggambarkan praktik coaching Manfaat yang saya harapkan yaitu modul ini membantu saya memerankan diri sebagai coach bagi murid atau rekan guru. Kegiatan yang saya harapkan di modul ini yaitu praktik kolaborasi coacing supervisi akademik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Modul 3.2

Dalam materi ini, saya, calon Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Kepulauan Anambas, belajar banyak hal, tentang pengetahuan seputar aset...